observasi

Jurusan Pendidikan Dokter

Apa itu teknik sipil?

Deskripsi Jurusan

 

Ini nih, salah satu Jurusan favorit banyak calon mahasiswa. Meski dikenal dengan perkuliahan yang padat dan ditempuh dengan waktu yang cukup lama, Jurusan Pendidikan Dokter nggak pernah sepi peminat. Saat berkuliah di Pendidikan Dokter kamu akan mempelajari cara mendiagnosis penyakit yang dialami pasien kemudian mengobati dan mencegah timbulnya kembali penyakit itu. Selama kuliah kamu banyak belajar anatomi tubuh manusia, biologi sel dan molekuler, genetika, biokimia, juga farmakologi. Kamu juga dibekali dengan latihan keterampilan dalam skill lab. Nah setelah fase perkuliahan pre-klinik, kamu bakalan dapat pelatihan dasar di berbagai stase di Rumah Sakit. Setelah itu, baru deh diputuskan mau langsung ambil program spesialisasi atau bekerja pada institusi kesehatan.

Baca juga Apa itu teknik sipil?

Pengetahuan dan Keahlian

  • Kemampuan melakukan observasi
  • Kemampuan melakukan analisis
  • Kemampuan berpikir kritis dan terstruktur
  • Kemampuan problem solving
  • Keterampilan komunikasi
  • Detil, Teliti, Tekun

 

Kenapa Harus Memilih Jurusan Pendidikan Dokter?

 

Sangat banyak keuntungan yang diperoleh dari seorang lulusan Pendidikan Dokter.

  1. Soal prospek kerja jangan ditanya lagi, lulusan Pendidikan Dokter biasanya tidak sulit dapat pekerjaan. Jika sudah sah menyandang gelar Dokter, kamu bisa praktik di Rumah Sakit, puskesmas, klinik kesehatan, atau membuka praktik pribadi.
  2. Di Rumah Sakit, selain praktik kamu juga bisa terlibat dalam proses pengelolaan pelayanan medis maupun non-medis.
  3. Jika ingin bekerja struktural, ada banyak instansi pemerintah yang memerlukan seorang Dokter, seperti BPOM, Basarnas, juga BNN. Kamu juga bisa lho jadi tenaga medis di TNI dan Polri.
  4. Kalau kamu menaruh minat pada dunia akademis maupun penelitian, bisa jadi seorang Dosen sekaligus Peneliti yang fokus meneliti pengobatan suatu penyakit.
  5. Setelah menjadi dokter umum nanti kamu bisa melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya dengan mengambil program spesialis maupun program magister biomedik.

 

Prospek Kerja

 

Sewaktu kecil, tentu banyak banget yang memiliki cita-cita menjadi dokter. Tapi, tahukah, jika ternyata seorang lulusan Kedokteran nggak melulu berkutat di dunia klinis lho. Ada banyak peluang kerja lain yang nggak kalah oke lho untuk seorang Dokter. Selain membuka praktik, Dokter juga bisa bekerja struktural. Misalnya di Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Narkotika Nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Badan SAR Nasional, dan sebagainya. Ada juga beberapa Dokter yang memutuskan melakukan penelitian terhadap pengobatan suatu penyakit demi kemajuan bidang Ilmu Kedokteran. Berikut ini beberapa pilihan karier yang bisa kamu geluti:

 

Teknisi Medis Gawat Darurat (Paramedis)

Bagian Pengendalian Mutu Produk dan Kesehatan

Ahli Diet (Dietitian)

Dokter

Ahli Gizi (Nutritionist)

Teknisi Radiologi Medis

Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Teknisi Laboratorium Klinis

Teknisi Alat Kesehatan

Bagian Administrasi Rumah Sakit

Staf Ahli Informasi Medis (Rekam Medis)

Terapis Wicara

Terapis Okupasi

Ahli Akupuntur

Terapis Fisik (Fisioterapis)

Psikolog Klinis

Research And Development (RnD)

Psikiater

 

Dunia Perkuliahan

 

Kuliah di jurusan Pendidikan Dokter terbagi jadi dua fase, praklinik dan klinik. Akan tetapi, pada dasarnya akan mempelajari bagaimana caranya mendiagnosis penyakit yang dialami seorang pasien kemudian mengobati dan mencegah timbulnya kembali penyakit. Di semester awal kamu bakal dapat materi dasar Anatomi yang membahas bagian-bagian tubuh, juga Fisiologi yang menjelaskan fungsi dan mekanisme dasar organ tubuh. Tidak lupa, ada materi tentang Biologi Sel dan Molekuler, Genetika, Biokimia, Farmakologi, dan lainnya.

Saat ini, rata-rata kampus Kedokteran menggunakan sistem blok, kamu akan belajar gimana cara menangani suatu kasus (problem based learning). Kira-kira ada sekitar 21 blok yang akan kamu pelajari, setiap blok biasanya ditempuh 6-7 minggu, termasuk dengan praktikum dan ujiannya. Selain itu, kamu juga akan belajar cara melayani pasien, melakukan pemeriksaan, memberikan pengobatan, juga menjelaskan suatu keadaan kepada pasien dan keluarganya dalam skill lab. Jadi, bisa menyelesaikan semua teori di fase praklinik paling cepat 3,5 tahun.

Nah, setelah meraih gelar Sarjana Kedokteran, kamu akan memasuki fase klinik dan disebut sebagai Dokter Muda atau dikenal dengan koas (dari kata Cooperative Assistant). Kamu akan belajar dari satu stase ke stase lainnya di Rumah Sakit. Misalnya di stase mayor ada penyakit dalam, obgyn, bedah, dan anak. Kalau di stase minor antara lain mata, anestesi, rehabilitasi medik, syaraf, forensik, THT, dan lainnya. Ada juga stase Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Fase klinik ini akan kamu tempuh selama 1,5 sampai 2 tahun. Selanjutnya, untuk menyandang gelar Dokter, harus menempuh Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI).

Kalau udah sah jadi Dokter, kamu harus mengikuti program internship selama 1 tahun agar bisa memperoleh Surat Ijin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Register (STR). Setelah resmi mendapatkan surat-surat penting tersebut dapat memutuskan apakah mau ambil spesialisasi atau langsung berkarir sebagai Dokter Umum. Ada banyak kampus keren yang menawarkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bahkan ada juga lho yang membuka program sub spesialis seperti pendidikan dokter gigi.